Cegah Stunting, Mahasiswa THP IST Annuqayah Beri Penyuluhan dan Konsultasi Gizi

Bluto, IST Annuqayah

Sejumlah mahasiswa Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep melaksanakan kegiatan Penyuluhan dan Konsultasi Gizi Pangan di salah satu lembaga pendidikan di Kabupaten Sumenep  tepatnya di  Yayasan Raudlatul Ihsan, Palongan, Kapedi, Bluto, Sumenep pada Sabtu, (15/07/2023).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh sejumlah mahasiswa jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) IST Annquayah ini merupakan bentuk kegiatan wajib yang harus ditempuh oleh seluruh mahasiswa semester VI di prodi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Teknik IST Annuqayah.

Diketahui, Nur Mahmudi dan Asmuie, dua mahasiswa THP IST Annuqayah didaulat sebagai narasumber untuk mewakili kelompoknya pada kegiatan ini.

Husnul Widad, mengatakan tema yang diangkat pada kegiatan Penyuluhan dan Konsultasi Gizi Pangan tersebut ialah penyiasatan gemar mengkonsumsi ikan sebagai upaya pencegahan stunting pada usia dini. Lebih lanjut, ia menambahkan  bahwa penentuan tema tersebut merupakan hasil dari keputusan bersama dengan melihat beberapa refrensi maupun permasalahan masyarakat hari ini.

“Pada realisasi kegiatan penyuluhan dan konsultasi tersebut terdapat sekitar 29 peserta yang ikut berpartisipasi yang terdiri dari 10 orang ibu-ibu, 10 orang siswa tingkat SLTP dan SLTA sederajat, serta 8 Mahasiswa,” katanya saat mewakili sambutan.

Sementara itu, Nur Mahmudi mengatakan stunting merupakan salah satu kondisi kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama serta menyebabkan adanya hambatan terhadap perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.

Ia menjelaskan kegiatan Penyuluhan dan Konsultasi Gizi stunting pada balita didasari oleh angka prevalensi stunting yang terjadi di Indonesia masih sangat tinggi. Menurutnya, persoalan stunting ini dibuktikan oleh data yang diperoleh dari  Tim Nasional Percepatan Penaggulangan Kemiskinan tahun 2022 yang mencatat bahwa prevalensi stunting di Indonesia berada diperingkat 108 dari 132 negara.

“Sebelumnya Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 17 negara yang mengalami beban ganda gizi  baik karena faktor kelebihan serta kekurangan gizi, ditambah juga di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menduduki negara kedua angka prevalensi stunting setelah Kamboja. Maka dengan beberapa data serta keadaan stunting di Indonesia perlu adanya kegiatan semacam ini sebagai salah satu upaya masyarakat mengenal stunting serta tahu bagaimana cara mencegahnya,” ungkapnya.

“Selain  menggunakan metode ceramah atau diskusi pada kegiatan penyuluhan ini kami telah menyediakan beberapa fasilitas pendukung berkaitan dengan acara yaitu seperti adanya kuisioner kegiatan penyuluhan dan konsultasi gizi pangan serta pamflet yang berisikan tentang pengenalan dan pengendalian stunting di Indonesia,” katanya.

Moh. Asmuie berharap dengan  adanya kegiatan tersebut para peserta maupun pembaca  pamflet secara umum bisa sadar akan mengonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang sehingga dapat mencegah penyakit stunting.

“Jadi tadi kami juga membawa produk yang merupakan hasil kolaborasi dari dosen serta mahasiswa THP  IST Annuqayah yaitu sate lele. Produk tersebut merupakan salah satu produk diversifikasi lele menjadi olahan terbarukan,” ungkapnya.

Ketua Yayasan PP. Raudlatul Ihsan, KH Ach Fariz Muzakki, M. Pd. menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kampus serta Mahasiswa tim penyuluh IST Annuqayah secara khusus atas realisasi kegiatan penyuluhan dan konsultasi gizi pangan ini.

“Ini merupakan salah satu kebanggaan bagi kami karena kami bisa menjadi bagian dari PP. Annuqayah serta dipercaya oleh Kampus sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiatan ini. Saya harapkan kegiatan tersebut dapat dijalankan secara lebih luas untuk membantu dan memberikan edukasi kepada masyarakat akan upaya pencegahan stunting,” pungkasnya.