Pengurus Himpunan Mahasiswa Prodi Teknologi Hasil Pertanian (HMP-THP) Putri Adakan Seminar Peduli Pangan
Guluk-guluk - IST Annuqayah, Pengurus Himpunan Mahasiswa Prodi Teknologi Hasil Pertanian (HMP-THP) Putri Institut Sains dan Teknologi (IST Annuqayah), Guluk-guluk Sumenep melaksanakan kegiatan Seminar Peduli Pangan yang bertempat di Aula Lantai III Gedung KB IST Annuqayah Ahad (15/01/2022).
“Seminar ini bagus, untuk pengembangan mindset karena pada saat ini pemikiran orang –orang yang menggeluti bidang industri hanya mementingkan hasil bukan nilai dari apa yang diperbuat, misalnya kalau orang jaman dulu itu makam karena ingin sehat maka kalau sekarang makan terkena penyakit. Jadi mindset tentang yang lebih utama hasil daripada kesehatan konsumen itu harus diubah agar tidak ada lagi kasusu keracunan makanan yang disebabkan oleh pihak yang bergelut dibidang industri sebagai produsen memnetingkan diri sendiri dapada orang lain.” Dawuh Rektor IST Annuqayah, Dr. K.H Mohammad Hosnan, M.Pd.
Acara Seminar Peduli Pangan ini berlangsung secara seremonial yang mana ada beberapa acara yaitu pembukaan yang dibuka dengan pembacaan Surah Al Fatihah, acara yang kedua yaitu lantunan ayat suci Al Qur’an, acara yang ketiga menyanyikan lagu Inonesia Raya, Mars dan Hymne IST Annuqayah, dan Hubbul Wathon yang dipimpin oleh satu dirgen dari Paduan Suara Mahasiswa Institut Sains dan Teknologi Annuqayah. Kemudian acara yang keempat sambutan-sambutan, sambutan yang pertama disampaikan oleh Rektor Institut Sains dan Teknologi Annuqayah yaitu Dr. K.H Mohammad Hosnan M.Pd. dan sambutan yang kedua di sampaikan oleh ketua panitia. Lalu ditutup dengan doa yang dipimpim oleh Bapak Hairil Anwar, S.Hi.
Pemateri Seminar ini Bapak Moh. Nurul Hidayatullah, M.Si. menjelaskan tentang potensi bahan hasil pertanian dan bagaimana perjuangannya menjadi pengusaha sate lele seperti yang sekarang. Beliau mengatakan bahwa “jika kita bergelut di bidang agro bisnis maka potensi mendapatkan keuntungan akan lebih banyak dibandingkan yang mengandalakan penjualan hasil panen mentah” beliau banyak menjelaskan tentang pemasaran dan persaingan industri global dalam pengolahan hasil pertanian. Pada zaman sekarang dengan pesatnya teknologi Mahasiswi khususnya mahasiwa program studi Teknologi Hasil Pertanian bisa lebih mengoptimalkan hasil produk olahannya di dalam negeri atau bisa sampai ke kancah internasional. Bapak dayat juga mengatakan bahwa karakter masyarakat kita pada sektor menengah kebawah lebih mementingkan “kenyang” terlebih dahulu dari pada kualitas dan mutu produk, sedangkan yang berada disektor menengah keatas lebih mementingkan kualitas produk yaitu sehat atau tidaknya produk “Istilahnya sekarang terbalik, kalau dulu orang desa tidak suka makanan orang kota, sekarang orang desa malah suka makanan orang kota dan orang kota lebih suka makanan orang desa” ujarnya.
Ada berbagai macam hasil pertanian yang sangat berpotensi di Kota Sumenep yaitu, Singkong, Tembakau, Pisang, Jangung, Cabe Jamu, dan Limbah seperti Kitin dan Kitosa, yaitu adalah limbah kulit rajungan “Presiden Joko Widodo berkata: Negara Indonesia Ini tidak akan berubah dari negara berkembang ke negara maju sampai hari kiamat kalau masih menjual barang mentah hasil pertanian” Jelasnya. (Hytn)